Jumat, 21 Agustus 2009
KERUKUNAN: HIDUP BERDAMPINGAN DENGAN ORANG YANG BERBEDA PANDANGAN/ORIENTASI HIDUP” (Galatia 4)
Ayat-ayat yang ditentukan menjadi epistel ini nampaknya mau mengungkapkan satu teologi yang bukan berdasarkan nas yang tertulis dalam Alkitab. Sebab menurut Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Galatia 4 itu terdiri dari tiga nas (kelompok ayat berdasarkan isi):
1. Ayat 1 – 11 berisi penjelasan bahwa tidak ada lagi perhambaan.
2. Ayat 12 – 20 berisi tentang penjelasan hubungan Rasul Paulus dengan jemaat Galatia.
3. Ayat 21 – 31 berisi tentang fungsi hukum Taurat yang ada di Perjanjian Lama bagi umat kristen (yang percaya kepada Yesus). Dalam hal ini Rasul Paulus mengambil contoh atau gambaran Hagar dan Sara dalam kehidupan Abraham.
Sehubungan dengan itu saya lebih dahulu memberi penjelasan tentang maksud nas ke tiga ini berdasarkan pembagian nas menurut LAI dan kemudian mencoba memberi penjelasan sesuai tema minggu “Kerukunan: Hidup berdampingan dengan orang yang berbeda pandangan/orientasi hidup”.
INJIL DAN HUKUM TAURAT
Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman (Gal.3:24).
Seorang anak remaja bertanya kepada pendeta: “Pak pendeta! Mengapa tidak kita lakukan semua yang tertulis dalam kitab ‘Musa’ yaitu tentang Hukum Taurat?” “Berilah contohnya!”, kata pendeta. “Sunat (Kej.34:22), pantang makan darah (Im.17:10-12), hari Sabat (Kel.20:8-11) dan masih banyak lagi”, kata remaja itu. Pendeta memberi penjelasan: “Tentang hal itu, Yesus pernah berkata: Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi (Yoh.13:34), di tempat lain, Yesus juga berkata bahwa bukan hal-hal yang lahiriah (harfiah) dalam hal melaksanakan hukum Taurat, tetapi lebih kepada yang rohani, yang dari perasaan seperti keadilan, kejujuran dan yang sejenisnya (bnd. Luk.11:37-52)”. Pertanyaan si remaja di atas juga menjadi masalah di jemaat Galatia setelah Rasul Paulus meninggalkan Galatia.
Salah satu masalah yang mau diselesaikan Rasul Paulus melalui surat Galatia ialah pendapat yang mengatakan bahwa “menjadi kristen yang benar harus melakukan Hukum Taurat secara murni dan konsekwen”. Pendapat ini datang dari orang-orang kristen Galatia yang berlatar-belakang Yudaisme (kejahudian; agama dan adat-istiadat Yahudi). (catatan: yang dimaksud dengan Hukum Taurat Yahudi ialah seluruh yang tertulis dalam kitab Kejadian sampai Ulangan. Kitab-kitab inilah yang disebut Kitab Taurat orang Yahudi). Rasul Paulus tidak setuju penggunaan hukum Taurat secara hurufiah, karena hukum Taurat tertulis adalah mematikan (bnd. 2Kor.3:6). Kita tidak bisa membayangkan seperti apa kekristenan seandainya mengikuti pendapat orang Kristen yang berlatar-belakang Yahudi itu.
Contoh yang dipakai Rasul Paulus untuk menjelaskan makna hukum Taurat ialah Hagar dan Sara, yang keduanya melahirkan anak bagi Abraham. Hukum Taurat tertulis adalah ibarat Hagar dan anak yang dia lahirkan Ismail, dan ‘hukum anugerah’ adalah ibarat Sara dan anaknya Ishak. Kedua-duanya adalah untuk Abraham. Ismail dan Ishak sama-sama anak Abraham, tetapi Ismail terusir dari Abraham (Kej.21:14). Hagar dan Ismail terusir dari keluarga Abraham setelah Sara melahirkan Ishak. Hagar dan Ismail berguna bagi Abraham sebelum Ishak lahir. Karena Hagar menyombongkan diri terhadap Sara maka dia dan Ismail diusir dari kehidupan Abraham. Inilah gambaran yang dibuat Paulus untuk menjelaskan hukum Taurat tertulis dengan Firman Tuhan di dalam Yesus Kristus.
Menurut Rasul Paulus bahwa hukum Taurat adalah penuntun (Batak: siparorot) (Gal.3:24). Yang dituntun (diparorot) biasanya adalah anak kecil usia di bawah satu tahun sampai dua tahun, biasa disebut ‘batita atau balita’ dimana pada saat si anak telah menanjak usia dua tahun ke atas dia tidak lagi dituntun untuk berjalan. Hukum Taurat sebagai ‘penuntun’ memberi arti bahwa pada satu saat yang dituntun akan bebas dari yang menuntun, yaitu ketika si anak telah dewasa. Gambaran itulah yang diberikan Rasul Paulus untuk menjelaskan fungsi hukum Taurat dalam sejarah bangsa Yahudi.
Keadaan dewasa yang dimaksudkan Rasul Paulus ialah ketika Yesus Kristus telah datang dan manusia telah menaruh percaya kepada-Nya. Rasul Paulus memberitakan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dimana Dia telah mengajar manusia untuk hidup sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah. Yesus mengajar murid-murid-Nya dan masyarakat banyak untuk menerima ‘perintah yang baru yaitu kasih (Yoh.13:34) agar manusia melakukan kasih terhadap Allah, terhadap sesamanya manusia dan terhadap seluruh yang diciptakan Allah.
KERUKUNAN
Hidup berdampingan dengan orang yang berbeda pandangan/orientasi hidup.
Nas di atas (Gal.4:22-28) adalah analisis Rasul Paulus tentang cerita Hagar, Sara dan Abraham yang tertulis dalam kitab Kejadian 16 dan 21. Dari kacamata kristiani, ada dua tindakan Abaraham yang salah dalam cerita Kejadian 16 dan 21:
1. Tindakan Abraham yang beristeri dua. Abraham memperisteri Hagar sebagai isteri kedua atas kekwatiran tidak punya keturunan lagi dari isteri pertama Sara. Rasul Paulus melarang beristeri dua (1 Tim.3:2, 12).
2. Tindakan Abraham yang mengusir Hagar dari rumahmya (Kej.21). Abraham mengusir Hagar karena dorongan Sara, dimana menurut Sara, Hagar menyakiti hatinya karena dia mandul (Kej. 21: 8-21). Rasul Paulus memaknai pengusiran Hagar itu sebagai cara untuk menjelaskan siapa anak “kedagingan” dan siapa anak “perjanjian”. Ismail anak Hagar adalah anak kedagingan dan Ishak anak Sara adalah anak perjanjian. Dari sudut pandang kekristenan hal “pengusiran” tersebut tidak dapat dibenarkan. Yesus pernah berkata: “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Mat.5:44; Luk.6:27, 35).
Ajaran Yesus yang menyuruh para pengikutnya mengasihi musuh, adalah ajaran yang sangat revolusioner bagi mereka yang hidup dalam hukum atau adat-istiadat pembalasan. Kita tau bahwa dalam hukum atau adat-istiadat Yahudi berlaku hukum pembalasan. Tertulis: “... sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki (Ul.19:21; bd. Kel. 21:23).
Beberapa resep yang dapat ditawarkan agar orang yang berbeda pandangan/orientasi hidup dapat hidup berdampingan:
1. Menyadari dengan sungguh-sungguh bahwa perbedaan yang terdapat dalam diri setiap orang, setiap suku bukanlah ciptaan manusia akan tetapi ciptaan Tuhan. Jadi, menerima perbedaan berarti mempercayai Tuhan sebagai Pencip dan Maha Kuasa.
2. Menerima perbedaan apa adanya.
3. Berusaha menemukan kesamaan, dan bukan sebaliknya.
4. Melaksanakan secara bersama-sama apa yang mungkin menjadi kebutuhan bersama seperti memerangi kemiskinan, kebodohan, pengrusakan lingkungan hidup.
Siapa Sesamaku? (Lukas 10:25-37)
Umat Tuhan memahami panggilannya sebagai orang percaya yang diberi sesama untuk dikasihi sebagai refleksi dari mengasihi Tuhan Allah.
Pengantar
Cerita ini memberikan suatu gambaran lengkap mengenai pemuridan Kristen dalam istilah kasih kepada sesama dan kasih kepada Tuhan. Keduanya digabungkan untuk melukiskan jalan kepada kehidupan kekal yang diberikan dalam jawaban ahli Taurat.
Ketika ia menjawab dengan pertanyaan mengenai kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama, ahli Tarurat mengutip doa Ibrani (Ulangan 6:4-5) menghubungkan ucapan dari Imamat 19:18. Gabungan ini jelas aslinya dari Yesus, yang digunakan oleh ahli Taurat ketika Yesus balik bertanya kepadanya. Untuk membenarkan diri ia membangkitkan perdebatan mengenai siapa sebenarnya sesama itu.
Cerita mengenai orang Samaria yang baik hari, dalam perumpamaan ini, untuk menentang suatu pola pikir yang salah tetapi diterima, sehingga nilai-nilai dari kerajaan Allah dapat masuk ke dalam sistem yang ketat. Hal ini dilakukan dengan menunjukkan seorang Samaria, anggota dari kelompok yang dihina, dicemooh, dan direndahkan oleh orang-orang Yahudi, melakukan perlayanan kasih yang dihindari oleh para pemimpin agama Yahudi. Ini mengejutkan dan bagi banyak orang Yahudi tidak dapat menerimanya.
Cerita ini begitu diterima seperti apa adanya juga memberikan suatu contoh yang hidup mengenai pemenuhan perintah mengasihi. Pertanyaan ahli Taurat meliputi orang yang bukan sesamaku. Cerita Yesus menjawab bahwa tidak ada orang yang bukan sesamanya. Sesama bukanlah soal darah, atau kebangsaan, atau persekutuan keagamaan, tetapi ditentukan oleh sikap yang dimiliki seseorang terhadap orang lain.
Imam dan orang Lewi tahu benar mengenai perintah Allah, dan seperti ahli Taurat pasti dapat menafsirkannya bagi orang lain. Tetapi mereka tidak memberlakukan dalam kehidupan nyata (terhadap korban perampokan), sementara orang Samaria dapat melaksanakan kasih dalam wujud perhatian dan pertolongan tanpa melihat latar belakang dari korban tersebut.
Pertanyaan
1.Mengapa ahli Taurat mencobai Tuhan Yesus? Apakah kita juga pernah melakukannya, mencobai Tuhan Allah, dalam hal apa?
2.Kriteria apa yang kita anggap sebagai sesama kita? Dan mengapa seperti itu?
3.Kita sebagai pribadi atau persekutuan bisa menempatkan diri di mana? Sebagai imam, orang Lewi, atau orang Samaria?
4.Apa hubungan antara mengasihi sesama dengan hidup kekal?
Doa yang Berpengharapan (Markus 11:20-26)
Doa adalah salah satu sarana manusia (yang percaya) untuk berhubungan dengan Tuhan. Terkabulnya doa menjadi harapan setiap orang percaya sekaligus sebagai bukti bahwa Tuhan Allah membedakan dengan orang yang tidak percaya bahkan orang yang beragama bukan Kristen. Gejala umum yang muncul dan sering terjadi adalah bahwa orang baru datang dan berdoa kepada Tuhan jika ia membutuhkan sesuatu dari Tuhan, sehingga doanya hanyalah sederet daftar permintaan. Orang yang berdoa tentu sudah memiliki iman bahwa Tuhan akan mengabulkan atau dapat memberikan apa yang dimintanya. Namun, demikian, dalam kenyataan ada banyak orang yang mengalami bahwa tidak atau belum dijawab: yang sakit belum dapat kesembuhan, kesuksesan dalam usaha atau kariet, mendapatkan jodoh tak kunjung dialami. Dan banyak hal lain yang senada bahwa doanya tidak atau belum dijawab Tuhan.
Kenyataan akan doa yang tidak atau belum terjawab terkadang menimbulkan pendapat-pendapat yang menyudutkan pendoa, misalnya: imannya lemah, doanya tidak disertai usaha, dosanya banyak, dia mendapat hukuman Tuhan, dll. Bagi pendoa bisa memunculkan pandangan negatif, bahwa Tuhan tidak peduli, Tuhan tidak lagi mengasihi, dll. Hal ini semakin menambah beban secara psikis dan spiritual bagi dirinya, sehingga semakin rumit yang dihadapi berkaitan dengan hubungannya dengan Tuhan.
Penafsiran
Di dalam perikop yang kita baca, Tuhan Yesus memberikan pengajaran mengenai doa atau permintaan kepada Tuhan. Kisah yang diawali dengan peristiwa disuatu pagi dimana mereka, Yesus beserta para murid-Nya memulai aktivitasnya. Mereka melihat pohon ara yang kering hingga ke akarnya.
Hal ini mengingatkan Petrus pada kejadian sebelumnya (11:12-14). Yesus mengajarkan bahwa percaya kepada Allah, iman yang teguh dan tidak bimbang, memiliki peranan besar dalam terpenuhinya permintaan; tidak hanya membuat pohon menjadi kering, melainkan bisa memindahkan gunung dan mencampakkannya ke laut. Yesus ingin menegaskan betapa penting iman atau kepercayaan itu di dalam orang menjalani hidupnya. Kepercayaan ini mengandung makna kepasrahan, bahwa apapun yang terjadi pada diri seseorang menyangkut doa atau permintaannya adalah jawaban Tuhan. Bahwa orang yang berdoa menyerahkan sepernuhnya apa yang dimintanya kepada Tuhan. Sebagai konsekuensinya, orang tersebut memahami bahwa Tuhan menjawab doanya, apa saja yang dialami; apakah sesuai dengan keinginannya atau tidak.
Apabila seseorang masih mempertanyakan, bahwa Tuhan belum memenuhi permintaannya sesuai dengan waktu yang dikehendakinya, bahwa merasa sama sekali Tuhan tidak menjawab doanya, ia harus menyadari, bukankah Tuhan lebih tahu apa yang manusia butuhkan? Jadi, kita perlu menyadari dan memahami bahwa pemenuhan terhadap permintaan kita tidak selalu harus sesuai dengan waktu dan persis dengan keinginan kita. Tuhan punya waktu penentuan sendiri. Ia juga menggunakan bentuk-bentuk pemenuhan sesuai dengan kehendak dan rancangan-Nya bagi kita. dengan kata lain, jika kejadian yang kita alami tidak sesuai denagn permintaan kita kepada-Nya, bukan berarti Ia tidak menjawab doa yang kita sampaikan. Yang perlu dilakukan orang adalah menyerahkan segala permintaannya kepada Tuhan, sebagaimana yang dikatakan Yesus di ayat 24, ‘… percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.’
Doa dalam kepasrahan harus disertai dengan sikap hidup yang baik, yaitu bahwa orang perlu mengampuni orang lain yang berbuat salah. Setiap orang tidak ada yang luput dari dosa. Ia membutuhkan pengampunan Tuhan dan sebelum ia datang memohon pengampunan Tuhan, Ia sudah terlebih dahulu mengampuni orang yang bersalah kepadanya. Pengampunan kesalahan orang lain bahkan dijadikan syarat menerima pengampunan Tuhan (ayat 26). Jadi di dalam berdoa, orang perlu memiliki iman yang teguh, tidak bimbang disertai semangat / kesediaan mengampuni dan menjaga kekudusan hidup / tidak berbuat dosa lagi.
Pertanyaan untuk relevansi
1.Bagaimana sikap yang benar di dalam kita berdoa?
2.Apakah gereja perlu menentukan waktu atau berapa kali dalam sehari kita berdoa, mengingat banyak orang berdoa ketika ia membutuhkan sesuatu keapda Tuhan, mengapa?
3.Bagikan pengalaman doa Saudara berkaitan dengan jawaban Tuhan!
4.Bagaimana Saudara memahami ayat 23, diskusikan!
Jumat, 26 Juni 2009
1 Kronika 16 : 7 - 12
Nunga tardok demak (aman) luat, nunga dipauli Raja David na margoar hutana na songon ibukota ni Harajaon Israel ima Jerusalem. Nunga dipauli undungundung inganan n Poti Parpadanan. Sanga do songon na tondan parpinda ni Poti Parpadanan i tu huta siala parmate ni si Usa tingki na paorothon sian Kiryat Jarim (1 Kronika 13:9-10). Gabe tu jabu ni si Obed Edom Poti Parpadanan i. Dung 3 bulan lelengna Poti Parpadanan i di bagas ni si Obed Edom, saut ma dipabongot tu undungundung na pinaulina i. Dung ojak Poti Parpadanan i di undungundung i dipamasa angka las ni roha bolon marhite na pasahat pelean dohot pujpujian parolopolopon nangkupan ni angka ende naniuluhon si Asap songon parhalado.
2 bagian na naeng tapahusohusor jala tahangoluhon marhite turpuk on :
2.Tapuji ma Tuhan Debata. On ma na parjolo.
Marende bangso Israel mamujimuji Debata laho pasahathon hamauliateon ni rohana ala naung sahat Poti Parpadanan i tu undungundung i. Poti parpadanan i do hataridaan, simbol dohot jaminan kehadiran ni Debata ditongatonga bangsoNa. Alani i sai tarpasupasu do halak/keluarga/bangso na gabe inganan haojahan Poti Parpadanan i (patudos tu keluarga ni si Obed Edom) alai manghorhon uhum do i tu angka na leas rohana maradophon Poti Parpadanan i (patudos tu si Usa). Molo mian Debata ditongatonga nasida sonang jala marlas ni roha do Israel. Alani do marende nasida mamujimuji Debata. Ido salah satu na patuduhon hamauliateon ni roha nasida di pambahenan ni Debata.
Namangonjar roha nasida pasahat pujipujian mauliate ni roha, ima marningot jala manghilalahon basabasa ni Debata. Basabasa ni Debata do boi sahat Poti Parpadanan tu Yerusalem. Alani i songon bangso Israel na marlas ni roha jala marolopolop ala naung ojak Poti Parpadanan i ditongatonga nasida di Jerusalem tama ma nang hita marlas ni roha jala marolopolop mardongan pujiapujian siala rade Debata ro tu tongatonganta di portibion marhite Jesus Kristus.
Boi do marragam cara pamujionta tu Debata, isarani marhite ende, marhite parsidohoton di angka ulaon ditongatonga ni huria, nang marhite pambahenan ni ngolunta siganup ari. Boasa tama ingkon pujion Debata ? Marragam do alusta. Ganup halak ra pasahathon pujipujian tu Debata hombar tu angka pasupasu najinalona be. Manghilalahon dohot manghamauliatehon basabasa ni Debata ido hataridaan ni ngolu na markantate. Pinarhatopot pangurupion ni Debata. Sian ngolu na songoni do tubu roha na ringgas manghamaulitehon basabasa ni Jahowa. Binoto mandok mauliate ala pinarhatopot pangurupion ni Jahowa na mambahen las roha di ngolu on.
Tapasahat pujiujian dohot hamauliateon ni rohanta tu Debata marhite ende dohot pelean na marragam i ndada alani jolma, ndada ala ni aturan manang ala utang naso tarjua manang ala adong upah sihirimon sian Debata alai ala basabasa ni Debata dohot silehonlehon ni Debata di ngoluta on do. Hamauliateon ima parbue ni haporseaon. Molo tarajumi do ngolunta on dohot na adong dihita silehonlehon ni Debata manang basabasa ni Debata dipaingot do hita asa mamujimuji Debata marhite ende pujian dohot ragam hamauliateon nang marhite panggulmiton ni ngolu.
3.Lului ma Jahowa jala baritahon ma pambahenan ni Debata di ngolunta.. On ma na paduahon..
Disosoi do Israel asa mangalului Jahowa dohot marpanindangion mambaritahon nasa pambahenan ni Debata marhite pandohan diayat 8b, 9b + 11 na mandok “sisiri hamu ma Jahowa jala lului hamu ma bohiNa”, “pabotohon hamu ma di tongatonga ni angka bangso angka pambahenanna i”. “marnonangi ma hamu taringot tu halongangan angka na binahenna i sudena”
Molo disosoi bangso Israel asa “mangalului Jahowa” ndada na mandok “na mago Debata umbahen niluluan. Alai asa diingot bangso i do nasa pambahenan ni Debata di ngolu nasida songon sada bangso dohot pandonganion ni Debata di ngolu nasida ganup marsadasada. Marhite namarningot nasa pambahenan ni Debata gabe lam porsea dohot pos roha ni bangso i di Debata, laos boi ma nasida mamujimuji huhut mandok mauliate tu Debata dohot mambaritahon manang manghatindanghon nasa pambahenan ni Debata i tu saluhut bangso.
Kehadiran ni Poti Parpadanan i mangalehon pos ni roha di nasida. Kehadiran ni Poti Parpadanan i patuduhon hasetiaon ni Jahowa di padanNa i. Haporseaon dohot pos ni roha di Tuhan i tapapatar marhite parngoluan na so ganggu manang ndang lomos marTuhanhon Debata Jahowa. Hasetiaon ni Debata na tongtong mangaramoti ngolunta mangidohon sian hita hasetiaon manghaposi Ibana dohot mangulahon HataNa huhut mamaritahon manang manghatindanghon nasa pambahenan ni Debata di ngolunta.
Godang do pambahenan ni Debata tu Israel mamungka sian tano Misir, diparhorsihan nang dung sahat tu tano Kanaan. Songon nang dipardalanan ni ngolunta ganup marsadasada ragam do pasupasu ni Debata, pandonganion ni Debata dipardalanan ni ngolunta. Pandonganion, panarihonon dohot pasupasu ni Debata ido sibaritahononta manang sihatindanghononta tu sandok tano on asa ditanda portibion do na Jahowa do Debata, nampuna jala namarhuaso di portibion huhut na mangalehon haluaon.
Huria na mangolu ima huria na sintong marbarita nauli (marturya). Alani tarjou do huria i mamboan barita nauli tarlumobi tu angka na so mananda haluaon i dope. Nunga adong nian angka parhobas na tarpillit napinaojak mangulahon i alai songon pamatang ni Kristus, sude do ruas ni huria i, angka na porsea i tarjou mangulahon i, ndada ingkon marhite jamita (verbal) alai tarlumobi ma marhite ngolu (parange dohot pambahenan). Bahkan lebih efektif do jamita na marhite pangulaon i, ai ido na langsung patar diida jolma na torop i, ido hataridaan huria na mangolu dohot ruas ni huria na na lam martumbur jala lam matoras.
Jadi ingkon marpanindangion do angka na porsea i marhite panggulmiton ni ngoluna, disude partingkian dohot inganan. Alani i taingot ma denggan basa ni Jahowa jala tapasahat ma pujipujian hamauliateon ni rohanta holan tu Ibana huhut ta baritahon ma nasa pambahenanNa di ngolunta. A m e n.
LUKAS 10 : 1 – 12
Tudos tusi do rumang ni parsuruon ni Tuhan Jesus di siseanNa dohot angka na porsea i tu portibion laho patandahon Harajaon Banua Ginjang. Dilehon Tuhan Jesus do tu angka siseanNa I dohot tu angka na porsea i huaso nag ok laho patandahon Harajaon Banua Ginjang i marhite parjamitaon, pahiarhon angka na marahit, pabalihon tondi na hodar, pangoluhon angka na mate dohot paiashon na puru on.
Domu tu ulaon i ma dibaritahon turpuk on ima pamillition dohot parsuruon ni Tuhan Jesus di 70 halak siseanNa, angkup ni sisean na 12 i. Dijou jala dipaborhat Tuhan Jesus do sisean na si 12 i, dohot si 70 halak I laho patandahon Harajaon Banua Ginjang. Adong 4 bagian hasintongan Hata ni Debata marhite turpuk na naeng tapahusor-husor dohot tahangoluhon.
2.Parjolo : Dijou jala disuru Tuhan i do hita mamaritahon Barita na Uli i. Alani i taulahon ma i dibagasan na marsiurupan.
Dijou jala dipaborhat Tuhan Jesus do 70 halak siseanNa i laho patandahon Harajaon Banua Ginjang. Boi do bilangan 70 manggombarhon torop ni bangso di sandok portibion na ginoaranna di bible i (1 Musa 10). Jadi marhite bilangan 70 i dipatuduhon so holan tu bangso Israel dipasahat Barita na Uli i alai dohot do tu sandok bangso di portibion. Hata ni Tuhan Jesus andorang so manaek Ibana tu Banua Ginjang mandok : “Laho ma hamu poda i hamuma saluhut bangso…..” (Mat 28:19).
Dipanjouon ni Tuhan Jesus tu si 12 halak siseanNa i, dipatuduhon ia sisean na 12 i dijou sian tonga-tonga ni jolma sihatoropan, sian ragam ni ulaon dohot hadirion. Si Mateus sian Kantor sijalo beo (kantor pajak), artina mewakili orang kantoran, Si Simon Petrus sian pardengkean (nelayan), artina ibana mewakili parumauma manang non kantoran.
Songoni do nang panjouon dohot parsuruon ni Tuhan Jesus tu si 70 halak i, dijou nasia sian ragam huta, ulaon dohot bangko, asa marhite keberagaman manang parasiagasingan nasida i boi angka sisean i masitumpahan (bekerjasama dohot sama-sama kerja) jala masilehonan solang (saling melengkapi).
I do artina pandohan ni Tuhan Jesus na diayat 1 : “jala duadua nasida disuru”. Disuru sisean na 70 halak i duadua asa boi marsitungkolan dohot marsiurupan mangulahon ulaon na pinasahat Tuhan Jesus tu nasida. Domu tusi do tu nanidok ni apostel Paulus tu huria na di Korintus (1 Kor 12:12-31), “marragam, marasingasing dijalo sisean i talentana be” Parasingasingan i pangkeon tu ngolu na marsiurupan, marsitungkoloan dohot saling melengkapi.
Dijou do hita gabe siseanNa, siihuthon Tuhan Jesus laho mamaritahon barita na uli i. Jadi ulaon marbarita nauli ndada holan ulaon na pinasahat tu angka partohonan manang parhalado alai sude siihuthon Kristus ingkon do mamaritahon Harajaon ni Debata. Dina jinou Tuhan i hita gabe parbarita nauli dilehon tu hita ulaon siganup ari dohot sibasabasa na marragam i. Adong na pegawai, guru, petani/pangula, partigatiga, tukang dohot angka na asing.
Sude ulaon na marragam i diparhasean Tuhan Jesus do gabe mimbar parjamitaan mamaritahon Barita na Uli. Ndada ingkon tatinggalhon ulaon siganup ari asa gabe parjamita hita. Ulaonta siganup ari i pangkeonta mamaritahon Tuhan Jesus. Molo ta pangke ulaon na marragam i dibagasan na marsiurupan, margogo ma hita mangulahon pamaritahonon i.
3.Unang mabiar hita mamaritahon Harajaon Banua Ginjang i nang pe godang angka rintangan dohot angka tantangan. On ma bagian na paduahon.
Diayat 3 didok Tuhan Jesus : “Laho ma hamu! Hira birubiru do hamu husuru tu tongatonga ni angka babiat”. Marhite pandohan i dipaingot Tuhan i do angka iseaNa i godang jala borat do parungkilon di ulaon i Digombarhon Tuhan Jesus do nasida songon birubiru mangadopi babiat. Biru-biru ima dorbia na gale, ndang marsait, ndang martaji jala ndang adong soropna. Na nidok Tuhan Jesus disi ndag adong sipangasahonon ni sisean i maradophon angka babiat i. Hape disuru nasida tu tonga-tonga ni angka babiat na gogo.
Ido gombaran ni ngolu na porsea i di portibion. Tudoshon biru-biru do huria i, ima angka na porsea i, gale ndang boi manuntuk andora ditongatonga ni jolma na manghosomi Tuhan Jesus i. Anggo babiat di portibion nunga lam otik jala lam punah alai pangalaho ni jolma songon pagalaho babiat lam godang. Tudos do i tu ulok. Ulok nunga lam maol tajumpai. Nang pe ulok lam maol tajumpai alai pangalaho na mangulok i lam godang di portibion.
Martimbanghon angka na jahat i, gale do angka na porsea i di gogo ni portibion. Ndang adong sipangasahonon ni angka na porsea i gogo ni portibion. Ndang na so tarbahen Tuhan i pajongjonghon huriaNa di portibion alai ingkon taluhonon do hagogoon ni portibion marhite holong dohot halambohon.
Molo tabereng gumodangan do hasea manang manfaat ni birubiru na gale i sian babiat. Juhutna gabe sipanganon, susuna mangalehon vitamin, imbuluna mambahen pahean wol dohot alashon pamatang. Hape mabiat holan mambahen biar do. Hasea manang manfaat ni biru-biru na sisongoni do na pinangido Tuhan Jesus sian angka siseanNa i I do umbahen didok Tuhan Jesus tu angka siseanNa i: “Hamu do Panondang ni tano on” & “Hamu do sira ni tano on” (Mat 5:13-14). Jadi nang pe godang pambibiari di ulaon parsuruon ni Tuhan Jesus i, dipapos roha ni angka sisean i asa unang mabiar ai donganan ni Tuhan i do na sinuruNa i.
Jotjot do hita mabiar papatarhon hadirionta songon siihuthon Kristus. Mabiar hita ala lupa di bagabaga pandonganion ni Debata. Taingot ma Tuhan Jesus sandiri pe, uju pasahathon parsuruonna tu angka sisean i didok Ibana do, “Sai na donganaKu do hamu rasirasa ro ajal ni hasiangan on”
4.Bagian patoluhon : Disarihon Debata do ngolu ni angka na porsea i. Di ayat 4 didok Tuhan Jesus : “Unang boan hamu hande-hande manang hajut, manang sipatu pe; unang tabe hamu halak di tonga dalan. Pandohan ni Tuhan Jesus on manuanhon pos ni roha di sisean na sinuru i maradophon Tuhan Jesus na marsuru i.
Diorai nasida mamboan bohal asa tung marsigantung nasida tu pandonganion dohot panarihonon ni Tuhan i. Diorai nasida mamboan bohal asa unang adong ni roha isean i panghilalaan ala haboionna marhasil nasida di ulaon na sinuru ni Tuhan Jesus i. Diorai nasida mamboan bohal asa unang tarsabat (terhalang) nasida mangula ulaon i ala mamboan hande-hande.
I do tong lapatan ni ora-ora manabi halak di dalan. Molo ditabi nasida halak di dalan so ma pardalanan ala marganjang ma panghataion, habis tingki manghatai na so ringkot gabe sundat ma mangulaho ulaon na rumingkot.
Marhasil hita di ulaon i molo pos roha di Tuhan i. Marhasil hita di ulaonta molo marsihohot hita manghaposi Ibana. Diparsihohoton manghaposi Tuhan i do kunci keberhasilan ni angka na porsea i. Didok di 2 Kronika 26:5b : “saleleng ibana mangalului Jahowa, manjadi ulaon ni raja i ditumpak Debata”.
Saleleng dilului raja Usia, Debata Jahowa, manjadi do ulaonna. Marumur 16 taon do Usia dipabangkit gabe raja di Israel, ala dilului ibana boi do si Usia 52 taon lelengna manggomgomi Juda.
Alani i, molo naeng marhasil hita mangulahon parsuruon ni Debata manang laho mangula ulaonta, unang tapangasahon hagogoon dohot hapistaranta, alai marhaserepon ma hita jala marhasetiaan huhut mangasahon Tuhan i di ngolunta.
5.Bagian paopathon : Dijou jala diuru Tuhan i hita mamaritahon Barita na Uli marhite parjamitaon dohot pambahenan.
Didok Tuhan Jesus diayat 9 : “Pamalum hamu ma angka na hansitan na disini, dok hamu ma tu nasida : “Nunga sahat Harajaon ni Debata tu hamu” Jadi ulaon ni angka sisean i mamaritahon naung songgop Harajaon ni Debata.
Harajaon ni Debata ndada wilayah kekuasan, alai Debata na marhuaso, marharajaon di roha ni jolma i. Dilehon Tuhan Jesus do tu angka sisean i huaso pamalumhon na marsahit. Ndada holan manjamitahon angka sisean i alai dohot do pataridahon jamita i marhite pangulaon dohot pambahenan.
Ulaon na sisongon i do dipatupa Tuhan Jesus andorang di portibion, ndang holan marjamita Ibana, dipamalum do angka na marsahit
Metode na sisongoni ma na jolo dipatupa I.L Nomensen di tano Batak. Didia jongjong gereja disi do dipajongjong parsingkolaan dohot parubatan. Laos ido naniiuhuthon HChB/HKI na jolo, manang didia jongjong HChB/HKI laos dipajongjong do parsingkolan.
Mangihuthon barita, Nomensen do na mangatur tingki ni onan di Tapanuli najolo, ari Senin di Lintong ni Huta, Selasa di Siborongborong, Rabu di Porsea, ari Kamis di Muara, Jumat di Balige dohot Dolok Sanggul, Sabtu di Tarutung.
Marhite i dipatuduhon, ndada holan marjamita ulaon ni halak Kristen dohot do nang manghobasi parngoluon siganup ari. Jadi parjamitaon dohot pangulaon nang pambahenan ndang boi sirangon. Alani i taingot ma jamitami do ngolum jala ngolumi di jamitam. A m e n.
”Bertekunlah Memberitakan Injil dan Turutlah Menderita bagi Injil”
Ayah Timoteus adalah orang Yunani dan ibunya seorang Yahudi, dia berasal dari Listra (Ul 16:1). Sejak dari kecilnya Timoteus telah menerima pengajaran kitab suci dari ibu serta neneknya. Timoteus mengenal berita Injil keselamatan dari Paulus di Listra dan Paulus mengajaknya untuk membantunya memberitakan Injil dimulai dari perjalanan pemberitaan Injil yang kedua. Dalam beberapa suratnya, rasul Paulus menyebutkan nama Timoteus. Paulus menganggap bahwa Timoteuslah yang dapat sehati dan sepikir dengannya dalam pemberitaan Injil ( 2 Kor 1:1; Fil 1:1; Kol 1:1; 1 Tes 1:1; Filemon 1). Dalam perikop ini Paulus mengingatkan serta menasehatkan supaya Timoteus tetap semangat dan bertekun dalam pemberitaan Injil dan tetap memegang nasehat serta meniru teladan Paulus sebagai kasih karunia yang telah diberikan Allah padanya.
2.Paulus melihat penghayatan iman yang tulus (iman yang tidak munafik) ada pada diri Timoteus (ayat 5). Dalam hal ini dia telah mewarisi ketekunan dari ibunya, Eunike dan neneknya, Lois. Merekalah yang telah mendidik Timoteus sejak kecil di dalam pengajaran kitab suci ( 2 Tim 3:14-15) dan setelah mereka menjadi Kristen tetap mendampinginya secara tulus di dalam iman kepada Kristus (bd. Kis 16:1-2). Ada kemungkinan perangai yang halus serta agak penakut dimiliki oleh Timoteus mengingat dia dididik oleh dua orang wanita tanpa adanya pengaruh seorang pria. Oleh karena hal-hal tersebutlah Paulus mengingatkan Timoteus supaya mengobarkan karunia Allah yang ada padanya oleh penumpangan tangan Paulus (ayat 6). Artinya Paulus mengingatkan Timoteus tentang iman yang tulus, yang hidup di dalam diri Timoteus. Iman sejati bukanlah sesuatu yang statis melainkan suatu kekuatan, karena iman itu memungkinkan kasih karunia Allah bekerja dengan leluasa dalam hidup seseorang. Yang dimaksud karunia Allah di sini bukanlah salah satu karunia Roh sebagaimana tertulis dalam 1 Kor 12:7-10 atau Roma 12: 6-8, melainkan karunia dalam arti yang lebih luas, yakni kuasa Roh yang diperlukan untuk melakukan tugas pelayanan (bd. 1 Tim 4:14). Karunia Allah tersebut telah diterima Timoteus melalui penumpangan tangan Paulus atasnya (ordinasi). Kuasa Roh itu selanjutnya tidak bekerja secara otomatis melainkan harus dipelihara dan dikobarkan melalui iman. Mengapa harus dikobarkan ? Karena Allah memberikan bukanlah roh ketakutan tetapi Roh keberanian/kekuatan, kasih dan ketertiban (ayat 7). Dalam tugas pelayanan pemberitaan Injil dan sebagai pengikut Kristus, Allah mengaruniakan ”keberanian/kekuatan” yang adalah karunia Roh untuk memberitakan Injil keselamatan disetiap tempat dan waktu.
Dalam diri pengikut Kristus ada keberanian dan kekuatan untuk memberitakan injil, kekuatan untuk menyelesaikan masalah, keberanian dan kekuatan untuk menanggung beban berat, kekuatan untuk tetap tegak berdiri mengahadapi situasi yang menakutkan serta kekuatan untuk mempertahankan iman. Kasih adalah karunia Roh yang diperlukan untuk menghadapi beragam karakter manusia dan situasi/kondisi suatu masyarakat. Ketertiban adalah karunia Roh untuk menghadapi ketakutan dan kekwatiran, sikap masa bodoh dan tidak perduli pada Kristus dan Injil. Ketertiban berasal dari kata ”sofronismos”. Kata ini dapat diterjemahkan dengan ”ketertiban, kedisplinan diri, kesucian”. Jadi dapat kita artikan kedisplinan dan pengendalian diri dalam mengahadapi berbagai situasi/keadaan dan hawa nafsu. Hanya Kristuslah yang dapat memberikan kita kemampuan untuk mendisplinkan diri atau mengendalikan diri, yang akan memelihara kita sedemikian rupa sehingga kita tidak hanyut serta lepas kendali. Tidak seorangpun dapat mengendalikan orang lain bila dia tidak dapat mengendalikan dirinya. Jadi ”Sofronismos” adalah kemampuan mengendalikan diri yang diberikan Allah, yang menjadikan seseorang mampu mengendalikan orang lain dengan baik sebab yang menjadi awal dari segalanya adalah bahwa ia seorang pelayan Kristus dan pengendali dirinya sendiri (dapat mengendalikan dirinya).
3.Berdasarkan karunia Allah yang telah dicurahkan atas Timoteus dan yang telah memperlengkapinya dengan keberanian/kekuatan, kasih dan pengendalian diri, Timoteus diingatkan Paulus untuk tidak mundur dalam pelayanannya. Godaan untuk merasa malu akan dan karena kesaksian akan Tuhan senantiasa ada, karena menurut 1 Kor 1 : 23 : ”kita memberitakan Kristus yang telah disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Jahudi suatu kebodohan”. Orang yang memberitakan Kristus semacam ini akan dicemooh dan ini akan membuat dia enggan untuk bersaksi tentang Kristus. Orang yang takut untuk menerima cercaan dan cemooh karena Kristus juga akan takut untuk dipandang sebagai pendukung orang yang memikul salib Kristus. Ia akan menjauhi orang yang berada dalam penjara karena kesaksian akan Kristus. Hal tersebut telah dialami Paulus (lih. 2 Tim 1 : 15-16). Oleh karena itu Paulus menasehati Timoteus untuk tidak malu bersaksi tentang Kristus. Orang yang menjadi pengikut dan saksi Kristus pasti akan menderita oleh karena kesaksian itu (Fil 1:29-30). Timoteus tidak perlu memikul penderitaan itu dengan kekuatannya sendiri. Ia dimampukan untuk hal tersebut oleh karena kekuatan Allah (ayat 7). Kekuatan Allah yang diberikan kepada Timoteus untuk memampukan dia menderita bagi Injil (ayat 8) mempunyai dasar-dasar yang kuat, yakni : 1. dasar keselamatan : Dialah yang menyelamatkan kita (ayat 8). Kekuatan itu didasarkan atas keselamatan yang telah dicapai Kristus dengan kematian dan kebangkitanNya. Keselamatan itulah sumber yang tiada habis-habisnya, yang daripadanya terus menerus mengalir kekuatan untuk orang percaya (bd. Ef 1:19-20; Fil 3:10-11). 2. dasar panggilan : Dia yang memanggil kita dengan panggilan kudus (ayat 8). Keselamatan itu diperoleh bukan dengan perbuatan baik seorang manusia karena celakalah kita kalau keselamatan itu didasarkan atas perbuatan-perbuatan baik kita (bd. Tit 3:5); itu didasarkan atas maksud dan kasih karuniaNya sendiri. Mendahului perbuatan-perbuatan kita, Allah telah mengaruniakan kasih karunia itu kepada kita di dalam Kristus Jesus sebelum permulaan zaman, artinya sebelum dunia dijadikan Allah sudah merencanakan keselamatan kita berdasarkan kasih karuniaNya di dalam Jesus Kristus (bd. Ef 1:4; Tit 1:2) dan kemudian memanggil kita dengan panggilan kudus yaitu lewat pemberitaan Injil. Karena kasih karunia Allah mengatur keselamatan kita sebelum perbuatan-perbuatan kita muncul maka keselamatan kita terjamin penuh.
Kasih karunia Allah yang mengatur keselamatan kita sebelum permulaan zaman (ayat 9) sekarang dinyatakan dengan kedatangan Juru Selamat kita Yesus Kristus. Tadinya kasih karunia itu tersembunyi bagi pengetahuan manusia, pada zaman Perjanjian Lama mulai diungkapkan dan dengan kedatangan Yesus, artinya : dengan hidup, perbuatan dan ajaran Yesus, kasih karunia itu direalisasikan dan dinyatakan dengan jelas. Yesus adalah Juru Selamat kita. Karya keselamatanNya berwujud mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. Hidup baru tercapai setelah kuasa dan maut dikalahkan dengan kematian dan kebangkitan Kristus (Roma 8:3; 1 Kor 15:54-57). Pengalahan kuasa maut mendatangkan hidup baru yang berwujud hidup yang tidak dapat binasa.. Tetapi peniadaan maut itu baru ada di dalam Kristus dan kita mendapat bagian dalam hidup baru itu hanya ”oleh Injil”, artinya: bila Injil diberitakan kepada kita dan kita menerimanya dengan iman maka hidup baru menjadi kenyataan bagi kita. Dan untuk Injil inilah Paulus ditetapkan sebagai pemberita, rasul dan guru. Injil telah menjadikan Paulus seorang pemberita (Yun: Keruks, yang mempunyai makna : a. Seorang pemberita yang membawa pengumuman seorang raja; b. Utusan untuk mengadakan gencatan senjata dan perdamaian; c. Orang yang dipekerjakan untuk menawarkan barang dan mengundang pembelinya). Dengan demikian orang Kristen adalah orang yang membawa berita kepada sesama manusia; orang yang membawa manusia ke dalam perdamaian dengan Allah; orang yang memanggil sesama manusia untuk menerima tawaran Allah yang berkelimpahan bagi mereka. Injil telah menjadikan Paulus seorang rasul (Yun : apostolos, yang berarti duta atau utusan). Seorang duta atau utusan tidak berbicara untuk dirinya sendiri tetapi untuk orang yang mengutusnya dan tidak hadir dengan wewenang pribadinya tetapi dengan wewenang yang mengutusnya. Jadi orang Kristen adalah duta atau utusan Allah, hadir untuk berbicara bagiNya dan menghadirkan Dia bagi manusia. Injil telah menjadikan Paulus sebagai guru. Perjalanan masih panjang dan berat serta berliku. Orang-orang yang menerima Kristus lewat pemberitaan Injil dan mengikut Yesus harus belajar mengenai makna dan displin kehidupan Kristen. Percikan pemberitaan Injil harus diikuti dengan nyala pengajaran Kristen yang baik dan mantap. Pemberita, Utusan dan Guru adalah trifungsi seorang Kristen yang melayani Tuhan dan GerejaNya. Paulus menderita oleh karena semuanya itu dan ia tidak malu menanggung semuanya itu (ayat 12) dan konsekuensi seperti itulah yang ia anjurkan kepada Timoteus (ayat 8). Dan Paulus tahu bahwa dengan kekuatannya sendiri ia tidak mampu untuk sampai akhir hayatnya, tetapi Paulus yakin bahwa Tuhan sendiri akan mengerjakan itu sampai pada kemenangan terakhir pada akhir zaman (bd. 1 Tes 5:24).
4. Pengikut Kristus hidup bukanlah hidup untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk yang lain yakni jemaat dan dunia. Demikian pula jemaat tidaklah hidup untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk yang lain, yaitu dunia (bd.Yoh 3:16; Yoh 17:13-23). Tindakan keselamatan Allah yang berlaku bukan saja dengan dan di dalam jemaat melainkan juga dengan dan untuk segenap umat manusia, untuk seluruh dunia ini. Oleh karena itu Allah memanggil dan memperlengkapi orang percaya, secara umum dan khusus, untuk memberitakan Injil Keselamatan itu. Gereja tidaklah ”klub agama” dan bukanlah ”ruang tunggu ke sorga”. Gereja adalah umat Allah (tidak di luar tetapi) ditengah-tengah peristiwa-peristiwa dunia atau ”komunitas dari dunia ini”. Orang percaya diutus ke dalam dunia ini untuk mengasihi, melayani, mengajar, berkhotbah, menyembuhkan dan membebaskan (bd. 1 Pet 2:9; Wah 22:2). Dan itu harus dilakukan dengan tekun dan bersedia menerima konsekuensinya oleh karena Allah yang telah menganugerahkan keselamatan itu. A m i n.
Pdt. Gom FH Tampubolon, S.Th
Pendeta HKI Resort Siantar IV
gomtampubolon@gmail.com; http//: gomtampubolon.blogspot.com
Bahan Bacaan :
1.Alkitab
2.Budiman, Dr.: ”Tafsir Alkitab, Surat-surat Pstoral – I & II Timoteus dan Titus”; BPK. Gunung Mulia; Jakarta; 2003
3.William Barclay : ”Pemahaman Alkitab Setiap Hari – Surat 1 & 2 Timoteus, Titus dan Filemon” : BPK. Gunung Mulia, Jakarta: 2001
4.Diana Bergant, CSA & Robert J. Kerris, OFM (ed) : ”Tafsir Alkitab Perjanjian Baru”; Kanisius, Yogyakarta; 2002
5.RCH Lenski; ”The Intrepretation of St. Paul’s Epistle to the Collosians, to the Thesalonians, to Timothy, to Titus and Philemon”; Colombus, Ohio:Wartburg Press; 1946
Mattew Henry Commentary dalam http://www.sabda.org/sabda/ dan Biblework Software
Senin, 04 Agustus 2008
Badia ma ngolum ( Yohannes 9 : 1 - 7 )
1. “Asa porsea hamu, Jesus do Kristus, Anak ni Debata; jala asa hamu angka na porsea i dapotan hangoluan marhitehite Goarna” (Joh 20 : 31), i do ianggo sangkap dohot tujuan ni barita nauli nasinurathon ni si Yohannes. Asa sahat tu tujuan i, dibaritahonma angka tanda halongangan na pinatupa ni Jesus dohot angka poda napinodahonNa tu angka na torop. Molo pinatudos tu panurat evanggelium na asing (Matius, Markus, Lukas) boi do taida na so pola nonor disurathon hombar tu parmasana angka barita na masa dohot angka tanda halongangan i. Jala ido na sasintongna, ai ndang na manurat barita na masa be si Yohannes. Ndada songon panurat reportase taringot barita na masa nasida. Alai na naeng pabotohon pangulaon ni Jesus, na pamalumhon ragam ni sahit, paluahon halak na targogot jala patingkoshon pangantusion taringot tu patik ni Debata do. Laos marhite na mambaritahon pangulaon ni Jesus ido panindangion haporseaon nasida taringot tu Jesus Sipaluai. Laho patuduhon haluaon na binoan ni Jesus tu hajolmaon i, dipabotohon panurat evanggelium Johannes on ma huaso ni Jesus maradophon nasa sahit dohot nasa huaso na mambahen parsahiton ni jolma. Dipatuduhon do paboa na manghorhon do haroroni manang kehadiran ni Jesus tu nahumaliangsa. Molo disi Jesus mian, maringanan manang ro manopot sadasada halak manang punguan sai na jumpang ma halongangan isara ni hamamalum ni sahit dohot haluaon sian ragam parungkilon. Nasa pambahenan ni Jesus, HataNa dohot pangulaonNa i do na manghorhon haluaon tu angka na porsea di Ibana. Lapatanna, molo disi mian Jesus jala molo disi tarbege HataNa, na marhuaso do i patupahon haluaon dohot patupa hamamalum ni nasa parsahiton.
2. Adong tolu horong dalan dibahen Jesus laho pamalumhon sahit. Parjolo, dipamalum marhite pangidoan ni halak na marholong ni roha tu na marsahit i. Dipamalum do boru ni si Jarius (Luk 8:40-56), sada dakdanak na solpoton (Luk 9:37-45), suang songon i naposo ni letnan i (Luk 7:1-10). Ndada boru ni si Jairius, manang dakdanak na solpoton i, manang naposo ni letnan na solpoton i na ro tu Jesus, alai halak na asing do, natorasna manang uluanna, na marholong ni roha jala na masihol dihamamalum ni sahit i Marhite sihol ni roha dohot haporseaon nasida i ma dioloi Jesus pangidoan nasida laho pamalumhon sahit i. Paduahon, marhite na mangoloi pangidoan ni na marsahit i sandiri. Adong do na ro tu Jesus mangido asa jumpang hamalumon ni sahitna, isarana parompuan naung sampulu dua taon marsahit bulan (Luk 8:43-48), na huliton (Mat 8:1-4). Na marsahit i sandiri do na ro tu Jesus jala ala haporseaon nasida tu Jesus gabe dilehon hamalumon ni sahitna. Patoluhon, hamamalum ni sahit ni na marsahit i ndada ala na pinangidona alai ala na asi do roha ni Jesus marnida na marsahit i gabe dipamalum sahitna (Luk 13:10-17; Luk 14:1-6). Ndang apala piga dibaritahon di evanggelium Johannes taringot angka na marsahit na pinamalum ni Jesus martimbanghon na sinurat panurat evanggelium na asing, lumobi na sinurathon ni si Lukas. Tolu ma barita hamamalum ni sahit na pinatupa ni Jesus di buku Evanggelium ni si Yohannes {Yesus menyembuhkan anak pegawai istana (Yoh 4 : 46-54); Penyembuhan di kolam Betesda (Yoh 5:1-18); Penyembuhan orang yang buta sejak lahirnya (Yoh 9:1-41)}.
3. Diparadalanan ni Jesus dohot siseannNa, pajumpang nasida dohot sahalak na mapitung tubu. Torop do na mapitung tubu di halak Jahudi na jolo, ala hurang diramoti natorasna haiason ni osoposo i ditingki tubu. Ndang diantusi sisean i dope na boi do songgop sahit tu sada halak ala kelalaian mangaramoti hahipason. Ala ni ma disungkun nasida, ”ale guru, ise do na mardosa, halak on do manang natorasna, umbahen mapitung tubu ?” (ayat 2). Sungkunsungkun ni sisean i ala adong dope pemahaman nasida molo songgop haporsuhon manang parsahiton tu sasahalak, uhum ni dosana do i manang ala dosa ni natorasna. Laos pemahaman na songoni do na adong jala berkembang di alam pemikiran ni halak Jahudi hatiha i. Dialusi Jesus do sungkunsungkun i marhite pandohan ”ndang alani dosana manang dosa ni natorasna (ayat 3). Artina, dipaingot tuhan Jesus do angka siseanNa i aa unang pamurahu manguhumi dohot marnida hahurangan ni donganna. Na naeng dohononNa disi, ”ringkot do mananda diri, ai hamu pe pardosa do”. Jadi laho paingothon jolma na sai pamurahu mamilangi, mamunteni, mengkritik dohot manguhumi hahurangan ni dongan. Majotjothu do jolma sai holan mamareso ulaon ni donganna hape bangkol manangkasi dohot mananda dirina (bd. Mat 7:3 ff). Diayat 5, didok Jesus do, ” Panondang ni portibion do Ahu, tagan di portibion Ahu”, nanidokNa disi molo dijangkon do Jesus gabe panondang ni ngoluna, ndang muramura manguhumi, mamunteni, mengkritik dongan, dna. Unang gabe lalap jolma i menganalisa, memperdebatkan dohot ai manangkasi hape ndang berbuat manang bertindak. Tingki sisaonari do berbuat. Dilehon do arian asa mangula, dilehon do borngin asa maradian. Marlao ro do ari i jala ingkon marujung ulaon i. Ingkon ulahonon ni Jesus do ulaon na jinaloNa sian Debata Ama andorang sahat Ibana tu silang i (ayat 4). Binsan dilehon dope kesempatan/partingkian laho mangula, ingkon ulahonon do i jala unang lalap manungkun dohot memperdebatkan. Ibana do Panondang ni portibion tagan d portibi on Ibana, ndang na mandok terbatas hapanondanganNa. Hot do bana panondang portibion alai kesempatan ni ngolu ni jolma dohot ulaonna di portibion maradophon Panondang i terbatas do. Alani i binsan adong kesempatan pajumpang dohot Panondang i, tajalo ma Ibana. Molo niida na marsahit manang na marstaonon unang sungkun ala ni aha dohot unang uhumi alai sungkun ma ”aha do sibahenonku tu halak on?” songon hapataran ni ulaon ni Debata/ Harajaon ni Debata (ayat 3). Jadi parjumpangan ni Tuhan Jesus dohot sahlak na mapitung tubu i, ndada laho mangalusi sungkunsungkun boasa manang alani aha mapitung ibana alai naeng papataron ni Jesus habalgaon ni Debata tu na mapitung i. Parjumpangan ni na porsea i tu na marsahit dohot na martihas nang dohot na marsitaonon ima laho papataron habalgaon ni Debata. Jad dalan ni Deata do molo pajumpang angka na porsea i tu angka na marsitaonon, martihas, na marsahit, manungguli laho patupahon na denggan songon hataridaan habalgaon ni Debata.
4. Dung dipinsang Tuhan Jesus siseanNa i, ditijuri ma tano i mambahen gambo dingi didalohon gambo i tu mata ni na mapitung i. Disuru ibana marsua tu dano Siloam gabe marnida ma alai ndang porsea angka hombar bagasna naung marnida na mapitung tubu i (ayat 6-9). Dua hali Jesus mamangke tijur laho pamalum na marsahit (bd. Mark 7:33). Ndang alani tijur manang gambo na martijur i gabe malum na mapitung tubu i. Marhte na mamangke cara na songoni dipahibul Tuhan Jesus pos ni roha di na mapitung i. Tarida do panghorhonna, pos do roha ni na mapitung i di Jesus, ai unduk do ibana laho marsuap tu dano Siloam. Jadi godang do panghorhon pos ni roha di na marsahit di pangubation na jinalona. Ndada tijur dohot gambo i na pamalumhon na mapitung tubu i alai pos ni rohana dohot pangoloionna di Jesus do. Haporseaonna do na pamalumhon ibana sian hapitungon i. Jadi molo porsea hita di Jesus gabe Panondang ni ngolunta bolong ma sian hita hagangguon, bangko na patigortigor diri songon halak Jahudi i, bangko na sai mangalului hahurangan, manguhumi dohot na mamunteni dongan. Molo dung di sondangi Panondang i hita, oloanta ma Ibana. Pangoloionta tu Ibana marhite patupahon na denggan tu dongan. Pajangkononta di Ibana do na mangoonjar hita mananda hapitungon n rohanta jala ido na mangonjar hita mangido hamalumon ni hapitungonta i.
5. Torop do nuaeng on halak na dibagasan parsahithon na tongtong masihol dihamamalum ni sahitna. Adong sahit i na boi ubaton, ala laos adong do na so boi ubatan. Jala tung pe boi ubatan, mansai maol situtu hilalaon ala arga ni ubat dohot pangubation. Alai nang pe songoni sai dilului jolma na marsahit nang keluargana do dalan songon dia asa boi malum sahitna. Manang boha pe argana, manang ingkon gadison nama arta asa adong hepeng parubatan, tongtong diusahahon asal ma malum sahit i. Ndada holan tu dokter manang tu rumah sakit na adong diluat on laho mangalului hamamalum ni sahit i sahat do tu Penang, Malaka, dna. Molo tapatudos na diturpuk on tu pangaluluon ni jolma sinuaeng manjalahi hamalumon ni sahit na, dohononta ma basana i Tuhan i, didodo jala didadap do holso ni na marsahit i. Tutu do Ibana pandaoni bolon. Boasa ro Jesus tu na mapitung tubu i so manang dipangido jala ndang ditanda Jesus ? Alusna ala di boto Jesus do harohaonna, unduk dohot serep ni rohana. Di boto Jesus sitaononna dohot sihol ni rohana. Gabe asi ma roha ni Jesus. Tarlumobi ma naeng diajari Tuhan Jesus angka siseanNa i asa unang sai mangalului ”aha do alana” mapitung tubu alai na rumingkot asa dohot nasida papatarhon Harajaon ni Debata marhite parulaonna (”aha do sibahenonhu tu ibana”). Godang halak na marsahit ditingki on dung loja marubat tu sada dokter, pinda muse tu dokter na asing. Sian sada rumah sakit pinda muse tu rumah sakit na asing. Mulana pos do rohana digogo ni tangiangna. Dipangido do nang pandita manang parhalado manangianghon ibana, alai tong do ndang gira malum. Dungi laho ma ibana marubat alternatif. Alai ujungna ndang ubat na pinangkena i be na alternatif, ai dilului ibana ma debata na alternatif, na dirajumi ibana boi pamalumhon sahitna. Ido na pinatupa ni halak angka na mangido hamalumon ni sahit sian Datu pangulpuk, na manabasnabas tambar sipangkeon dohot ragam ni ruhutruhut sidalanhononna. Gabe marlaok ma haporseaonna tu sihapelebeguon. Turpuk on patuduhon tupa ndang sai manigor jumpang hamamalum ni sahit i. Alai molo benget roha manaon sitaonon ala ni sahit i. Jala manghirim hita tu Tuhan i, sai na ro do Ibana mangalehon hamalumon ni sahit. Naeng ma tapangke ariari na nilehon ni Debata gabe tingki pangulaon mangula lomo ni rohaNa, papatarhon habalgaon ni Debata marhite pangulaon na denggan tu angka dongan. A m e n
Ngolu Namarhabadiaon ( 4 Musa 12 : 1 - 16 )
2. Ayat 1 – 3 : Ndang tangkas dipabotohon di turpuk on manang di angka bindu/pasal na asing, aha do umbahen dibuat si Musa sahalak parompuan Kus bahen jolmana jala ndang tangkas taringot tu si Zipora, soripada ni si Musa, boru ni si Yitro, atik naung marujung ngolu do. Alai na pasti marmungut-mungut do si Aron dohot si Miryam dompak si Musa ala dibuat si Musa boru sian Kus bahen jolmana. Ndang apala taboto ise do parompuan sian Kus on alai na pasti ibana parompuan sileban, ndang sian halak Israel. Isu on ma na dipangke si Aron dohot si Miryam ala mangiburu nasida dompak si Musa. Sasintongna ndang maralasan pangiburuon (kecemburuan) nasida i dompak si Musa. Ai dipillit Debata do nasida na tolu gabe ula-ulaNa marmahani (memimpin) Israel. Ia si Miryam targoar panurirang do jala manguluhon parendeon di Israel, ia si Aron sahalak malim (bd. 2 Ms 15:20; Mik 6:4). Marmungutmungut nasida ala mangiburu di hasolhotan ni si Musa tu Jahowa. Mangiburu nasida ala holan si Musa dijou Debata donganna manghatai, ala holan tu si Musa dipatuduhon Jahowa bohiNa. Ala mangoli i Musa tu parompuan sian Kus, on na di bahen nasida alasan laho mendiskreditkan kepemimpinan ni si Musa dohot na mendikte Debata. Umbege kritikan, intimidasi, provokasi na mendiskredithon dirina i. Sabar do si Musa. Boi do ragam cara dipatupa si Musa laho mamintori dirina. Adong do alasan si Musa tarrimas ala parungutunguton nasida i jala boi do dibaloshon si Musa i. Alai karakter pemimpin na luar biasa do dipatuduhon si turpuk on sian si Musa. Ia si Musa sahalak na sederhana dohot na lambok (ayat 3). Naposo na sederhana jala na lambok dohot serep marroha do si Musa mangulahon ulaon na pinasahat ni Debata tu ibana dibagasan hasetiaon dohot haunduhon tu Debata. Ndang dilului ibana ragam alasan laho mamintori diri dohot mamaloshon na binahen ni si Aron dohot si Miryam i tu dirina.
3. Ayat 4-12. Marnida situasi i, manghatai ma Debata tu nasida asa ruar mandapothon undung-undung parluhutan i jala Debata tuat ma dibagasan ombun na marsijongjong (ayat 4-5). Ndang mamintori diri si Musa di angka hata na ro tu ibana alai Debata do na mamintori naposoNa i (ayat 6-8). Pemberontakan tu Debata do parungutunguton ni si Aron dohot si Miryam i, ai Debata do na mamillit si Musa gabe naposoNa, bebas do Debata mamillit dohot manghatai dohot paadop bohi tu naposoNa i. Parungutunguton ni si Aron dohot si Miryam i manghorhon tu pembunuhan tu karakter si Musa jala marpanghorhon tu parsaoran ni Israel, tarlumobi mendiskreditkan Debata di panjouon dohot pamillitonNa nang di sangkapNa. Ido umbehen tarrimas Jahowa. Masigorgor rimas ni Jahowa tu si Aron dohot si Miryam gabe puruon si Miryam. Ndang dohot si Aron gabe puruon alai holan si Miryam do, ala si Miryam do ra na parjolo sahali marungutungut manang sibingkasi parungutunguton i. Jadi idaonta ma i sian, “yang menyesatkan dan yang disesatkan”. Marbingkas sian na masa tu si Miryam on do ra umbahen digoari Jahudi na marsahit hulit/puruon, ( “sara’ath”), lapatanna na hona bura ni Debata, na hona uhum ni Debata. Ala dirajumi na huliton hona bura ni Debata (bandingkan pula peristiwa pada Gehazi di 2 Raja 5; pat. muse tu 3 Ms 14:2-3)
4. Ayat 13-16 : Holong do roha ni si Musa tu si Miryam, alani do mangangguhi ibana mangelek Jahowa asa dipamalum (ayat 13). Ndang las rohana puruon si Miryam. Dison ma muse hataridaan halambohon dohot serep ni roha ni si Musa, ndang las rohana puruon si Miryam, gariada asi do rohana. Ido umbahen tumatangis ibana jala mangangguhi dompak Debata, asa dipamalum Jahowa si Miryam sian parsahitonna i. Jahowa pe mombun do rimasna, dioloi do pangidoan si Musa i, dipabali si Miryam sian parsaoran ni bangso i 7 (pitu) ari lelengna, dungi pe asa dipamalum. Jolo dipabali do ibana asa dipaias sian hulit i, asa sadar si Miryam di dosana na marungut-ungut.
5. Uluan na lambok malilung (lemah lembut) dohot na serep marroha (rendah hati) do karakter kepemimpinan ni si Musa. Tarida doi sian na so mangalului pamintorion ibana diparungutunguton ni si Miryam dohot si Aron jala ndang dibaloshon ibana parungutunguton na mendistkredithon kepemimpinanna i, laos songoni dung diuhum Debata si Miryam ala parungutungutonnai marhite parsahiton, ndang las roha ni i Musa di si alai mangangguhi do ibana tu Debata asa dipamalum Debata si Miryam i. Asi ni roha dohot silehon-lehon ni Debata do pamilliton dohot panjouon ni Debata tu dirina, hasetiaonna mangulahon ulaon na pinasahat ni Debata tu dirina manguluhon Israel haruar sian tano Misir, dohot haporseaonna tu Debata i do umbahen ndang olo si Musa mangalusi manang mangalului pamintorion di ungutungut ni si Miryam i. Ai Debata do na mamillit jala manjou ibana marmahani /manguluhon Israel, ndang sian roharohana sandiri. Musa adalah pemimpin yang melayani, artinya dia lebih mengutamakan pelayanan kepada Tuhan daripada mempertahankan kedudukannya atas kritikan yang mendiskreditkannya. Kelembutan hatinya bukan hanya ketika orang bersikap baik tetapi juga ketika ada yang mendiskreditkan dirinya. Biasanya kelembutan hati itu akan pupus bila diri dan hati kita terancam atau disakiti. Tetapi Musa menyerahkan semuanya itu kepada Tuhan karena dia percaya bahwa Tuhan lah yang bertindak untuk membenarkan dan meneguhkan, menghakimi dan menghukum. ”Pemimpin sejati” mesti punya sikap mental seorang pelayan. Mesti punya motivasi seorang abdi. Mesti bersikap dan bertindak bak seorang hamba. Ia adalah pemimpin yang menghamba. Sekaligus, hamba yang memimpin ( pat.Yohanes 13 : 1 ff; Mrk. 10:43-44; I Ptr 5:6 ). Pemimpin Kristen berbeda dengan pemimpin alamiah (sekuler/umum) dalam beberapa hal. Pemimpin rohani mengenal Allah, mencari kehendak Allah, menaati kehendak Allah, bergantung pada Allah, mengasihi Allah dan manusia, dan akhirnya memuliakan Allah. Sedangkan pemimpin alamiah hanya mengenal manusia, membuat keputusan sendiri atau organisasi, berusaha mencapai sasaran pribadi atau organisasi, bersandar pada cara-cara sendiri, bergantung pada kuasa dan ketrampilan diri sendiri, mengutamakan hasil kerja dan cenderung mengabaikan manusia Kepemimpinan dalam Kristen menempatkan posisinya di bawah kontrol Kristus. Misalnya, seorang pemimpin Kristen bukan menjadi orang nomor satu dalam gereja, sebab Kristus adalah Kepala Gereja. Ia memimpin namun juga dipimpin oleh Pemimpin Agung, Tuhan Yesus (Yoh. 13:13). Yesus mengajarkan bahwa ciri khas dan kebesaran pemimpin spiritual terletak bukan pada posisi dan kuasanya, melainkan pada pengorbanannya. Hanya melalui melayani, seseorang menjadi besar (Mrk. 10:43-44).
6. Kusta atau Lepra, kuman penyebab kusta kali pertama baru ditemukan pada tahun 1873 oleh Armauer Hansen di Norwegia. Karena itu penyakit ini juga sering disebut penyakit Hansen.atau disebut juga Penyakit Morbus Hansen. Penyakit Hansen adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini adalah tipe penyakit granulomatosa pada saraf tepi dan mukosa dari saluran pernapasan atas; dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa diamati dari luar. Bila tidak ditangani, kusta dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan mata. Konon, kusta telah menyerang manusia sejak 300 SM, dan telah dikenal oleh peradaban Tiongkok kuna, Mesir kuna, dan India. Penyakit kusta atau lepra menjadi salah satu penyakit tertua yang hingga kini awet bertahan di dunia. Serangan kuman yang berbentuk batang ini biasanya pada kulit, saraf, mata, selaput lendir hidung, otot, tulang, dan buah zakar. Ada 2 jenis penyakit ini yakni : a). Tipe Basah. Tipe ini dapat menular kepada orang lain. Tanda-tanda: Bercak keputihan atau kemerahan tersebar merata di seluruh badan. Dengan atau tanpa penebalan pada bercak Pada permukaan bercak, sering masih ada rasa bila disentuh dengan kapas. Tanda-tanda permulaan sering berupa penebalan kulit kemerahan pada cuping telinga dan muka. Pengobatan: 12-18 bulan.; b). Tipe Kering.Tipe ini tidak menular tetapi dapat menimbulkan cacat bila tidak segera diobati. Tanda-tanda: Bercak putih seperti panu yang mati rasa. Bila bercak disentuh dengan kapas tidak terasa atau kurang terasa. Pengobatan: 6-9 bulan. Pengobatan yang efektif terhadap penyakit kusta ditemukan pada akhir 1940-an dengan diperkenalkannya dapson dan derivatnya dan diawal tahun 1980 ditemukan pula pengobatan multiobat. Mekanisme penularan yang tepat belum diketahui. Beberapa hipotesis telah dikemukakan seperti adanya kontak dekat dan penularan dari udara. Selain manusia, hewan yang dapat tekena kusta adalah armadilo, simpanse, dan monyet pemakan kepiting. Faktor ketidakcukupan gizi dan sanitasi yang buruk juga diduga merupakan faktor penyebab. Penyakit ini sering dipercaya bahwa penularannya disebabkan oleh kontak antara orang yang terinfeksi dan orang yang sehat. Dua pintu keluar dari bakteri M. Leprae dari tubuh manusia diperkirakan adalah kulit dan mukosa hidung. Pintu masuk dari M. Leprae ke tubuh manusia masih menjadi tanda tanya. Saat ini diperkirakan bahwa kulit dan saluran pernapasan atas menjadi gerbang dari masuknya bakteri ini. Di seluruh dunia, dua hingga tiga juta orang diperkirakan menderita kusta. India adalah negara dengan jumlah penderita terbesar, diikuti oleh Brasil. Penderita kusta di Indonesia pada 2005 berjumlah 196.695 jiwa, namun masih tetap berada di posisi ketiga terbesar di dunia di bawah India dan Brasil. (disadur dari berbagai sumber).
7. Na jolo di halak Batak, sahit na jorbut do dirajumi sahit hulit bali tu na asing, ala bau hulit naung busuk, jala maol malum na jolo. Dao do sian huta di bahen inganan ni na huliton jala molo mate ndang boi boluson kuburanna. Ninna barita, di deba inganan na jolo di tano Batak, pulut do rohana manurbu soposopo dohot na huliton i. Tihas do sahit i na jolo dipomparanna. Alani tung dipaholang jolma do dirina sian na huliton i, ingkon dao sian huta dibahen sopona. Dipasiding halak Batak do na jolo na sahit huliton ala di rajumi nasida ramun dohot ala mura bali sahit i tu na asing. Songoni do nang na di halak Jahudi, ramun do di nasida na huliton i. Ala dirajumi na huliton hona bura ni Debata alani ndang boi na hipas marsaor dohot nasida. Ndang boi jonok na hipas tu na marsahit hulit. Dibalian ni huta do di bahen inganan ni na huliton jala molo mamolus nasida di dalan balobung ingkon huphuphonna bohina huhut jouonna, “ramun, ramun”. Ai halak na marsahit huliton dianggap ramun do I jala di anggap lea do di masyarakat Yahudi. (pat. 3 Ms 14:2-3). Salah satu na naeng dohonon jamita on, haramunon I (hosom, late, elat, pangiburuon, dna) do na paholang jolma sian Debata. Halak na porsea ingkon badia. Hata “badia” disalin sian hata qadosy diparhata Heber, lapatanna, tandi, asing, manang tampil beda. Ingkon asing, tandi ngolu ni na mangihuthon Tuhan i sian ngolu ni na so porsea i. Dipaholang dirina sian haramunon manang dosa. Ingkon badia do jolma i dijolo ni Debata, marhite na paiashon rohana sian haramunon, parungutungut, hosom, late dohot elat. Ingkon jangkonon jala apulan do angka dongan na marsahit (marragam do sahit i : sahit pamatang, psikologis, dna), ndang gabe pasidingon manang pabalion nasida jala leaan. Ndang dipasiding manang dipabali Tuhan Jesus angka na gale jala na dimarjinalhon di masyarakat alai dipamalum Ibana do na marsahit, ditogu-togu Ibana do angka na dimarjinalhon, dna. Saluhutna i laho papatarhon Harajaon ni Debata. Taingot ma Hata ni Tuhan Jesus na mandok, “Situtu do na hudok on tu hamu; Nasa na binahenmuna tu sada sian anggingku angka na metmet on, na tu Ahu do i dibahen hamu!“ (Mat 25:40). A m e n.
Selasa, 29 April 2008
Jamita, Minggu 17 Juli 2008

PASANGAP MA DEBATA DI NGOLUM ( Daniel 5 : 1 - 10 )
1. Adong dua bagian bolon isi ni buku Daniel on. Bagian parjolo ima bindu 1 – 6, na patariashon kesetiaan ni si Daniel dohot donganna tu Debata nang tu agama nasida ditonga-tonga ragam ni ancaman dohot ela-ela na masa di luat sileban na marrumanghon pusat jala lambing ni agama dohot budaya na mardebatahon Baal. Bagian napaduahon ima bindu 7 – 12 na sinurathon songan sada angungkapon dohot panurirangon sian Debata na pinatolhas ni si Daniel ditonga-tonga ni zaman dohot lingkunganna sandiri. Dong beberaa pandapot taringot tu bagian na paduahon on : 1). Boi patudoson songon buku si Josua. Na gabe tokoh di buku Josua ima si Josua sandiri, alai ndada ibana na manurat buku i. Songoni do nang buku Dniel on, goar ni si Daniel do na gabe tokoh disi, alai ndang ibana sandiri na manurat i ditingki habuangan Babel. 2). Boi patudoson muse tu buku Ruth na paboahon na masa ditingki ni panguhum marhira taon 1200 SM, alai ingon boi antusannta jala marlaku di taon 400 SM dungkonsa si Esra dohot si Nehemia. Ngolu parugamoon Jahudi hatiha i diancam ngolu parbangsoon na malobihu na mandok : Ia janji ni Debata ditujuhon holan tu halak Jahudi sambing do. Marhite buku Ruth pataridahon janji ni Debata marlaku ndada holan tu halak Jahudi alai lobi umbidang dope. Ruth pomparan bangso Moab na gabe ompung ni Raja Daud, gabe pewaris ni bangso ni Debata. Songoni do buku Daniel, molo tajaha tarsingot hita tu barita na masa di pembuangan Babel marhira mulai taon 600 SM alai mangantusi isi buku Daniel on ingkon tapapindah pingkiranta tu marratus taon di jaman pangaleleion di halak Jahudi di penjajahan ni raja Siria ima Anthiokus Ephipanes marhira taon 165 SM. 3). Sian sudut jenis sastra, na masa hatiha i boi do tu na mangolu na jolo dipasobok dirina songon halak na mangolu nuaeng di tingkina. Songon si Daniel na pasobokhon dirina tu inganan dohot tu tingki ni si Daniel na paboahon na naeng ro, ima mulai sian taon 600 SM, gabe boi dohonon ia buku Daniel bagian paduahonon on mamangke goar samaran Daniel panurat buku i marhite hata “ahu” manang hata ‘hu” (ida Bindu 7 :2,6,7,9,10,13,15,16,19,21, dst). Didok ma on Pseudoniem na marlapatan panurat ni buku i mamangke goar Daniel gabe goarna. Marhite buku Daniel, dipataridahon do songon dia songirna na masa tingki i, na aktual terjadi ditonga-tonga ni masyarakat, pemerintahan dohot bangso. Di sada pihak Debata tongtong bertindak songon pemimpin na marhuaso di atas sude sejarah na masa di tonga-tonga sude bangso, na tongtong marrimas marnida bangso na marsogo ni roha tu Ibana alai na tongtong marasiniroha di angka na olo unduk martangiang tu joloNa, boi malua sian huaso ni panggomgomi ni portibi on.
2. Daniel tartaban tu habuangan Babel ditingki raja Nebukadnesar manggomgomi Harajaon Babel marhira taon 587 SM (ida Bindu 1: 1-7) jala gabe haposan ni Raja Nebukadnezar (ida Bindu 2 : 46-49) huhut diganti raja i goar ni si Daniel gabe Beltsazar (ida Bindu 1 : 7), na marlapatan “Pangaramoti Tondi ni Raja”. Mian do si Daniel di habuangan Babel i sahat tu taon parjolo ni Raja Kores (1:21). Na masa turpuk jamita on ima di taon parpudi Raja Belsasar (pinompar ni Raja Nebukadnesar) manggomgomi Babel. Ia si Daniel, ima sahalak na mabiar mida Debata jala marhasetiaon tu Jahowa huhut denggan mangulahon ruhut-ruhut parugamoon nasida. Mansai tandi tu Raja Belsasar, na so mabiar mida Debata jala jotjot mangihuthon hisap-hisap ni dagingna, alani i ma ndang diboto ibana mangantusi lomo ni roha ni Debata, songon na pinataridahon di turpuk on.
3. Adong tolu bagian na diigil turpuk on :
Na parjolo : Pasangap ma Debata marhite na mangarajai diri.
Diturpuk boi idaonta gaya hidup raja Belsasar dohot angka donganna. Dipatupa raja Belsasar do panggalangon bolon manang partamueon bolon. Diundang ibana saribu donganna tu partamueon i. Di panggalangon i dipangke laho papuas hagiot ni dagingna marhite na mabuk anggur, dohot angka na asing. Molo nunga mabuk anggur maol do jolma mangarajai dirina, hatana pe boi gabe ramba/ramun jala ndang diboto be maila di pangulaon nang pambahenanna. Parmabuhon i do pintu masuk tu harorangon dohot pingkiran na roa. Hamoraon ni raja Belsasar dipangke laho paoloi hagigiot ni pamangan dohot butuhana. Kemewahan ni ngoluna songon raja dipangke laho paolooloi hagiot ni dagingna. Hamoraon dohot kemewahan ni raja Belsasar , ndang dipangke laho padengganhon parngoluon ni rakyatna alai dipangke marpestapora mangoloi hisap ni dagingna. Gaya hidup dohot budaya hedonisme do na pinataridahon raja on. Prinsip utama di gaya hidup manang budaya hedonisme on ima “Ngolu na sintong ima ngolu na marhasonangan” Marhasongan na dimaksud di budaya/gaya hidup on ima na berkelimpahan kemewahan/hamoraon dohot kenikmatan. Gaya hidup/budaya on menghorhon tu sikap konsumeris, mumpungis, sloganis dohot na paleaon angka na pogos.
Sada sahit dingolu ni jolma ima na maol mangarajai diri (pengendalian hati dan diri) gabe lupa diri. Boi do hasonangan dohot haporsuhon mengela jolma i magoloi hagiot ni daging. Hapogoson boi do mangela jolma manangko, mangapian dohot na mamunu. Hamoraon boi do mangela jolma i tu ginjang ni roha dohot keserakahan. Biar tu Debata do sinjata laho mangalo elaela na mangoloi hagiot ni daging. Biar mida Debata do gabe ojahan laho mangarajai diri. Margogo si Joseph mangalo elaela ni pardihuta ni si Potifar ala mabiar ibana tu Debata.
Napaduahon : Pasangap ma Debata marhite parange/pangulaon na denggan.
Ala nunga dirajai hagiot ni dagingna Raja Belsazar, dileai jala diramuni ibana ulaon ni Debata. Dung mabuk ibana disuru dialap ulaula sere dohot perak, na binoan ni amana si Nebukdnesar sian joro na di huta Jerusalem, asa minum ibana sian i dohot panuturina ro dijolmana dohot imbangna (ayat 2 – 3). Marhite na minum sian cawan i, dipatuduhon na so mabiar ibana mida Debata manang lea rohana di Debata. Marhite na mamangke ulaula ni Debata patuduhon na so parduli ibana tu Debata. Dipangke ibana ulaula na badia i, ndada holan laho paoloi hagiot ni dagingna alai dohot do laho mangaleai Debata. Umjahat do si Belsasar sian amana si Nebukadnezar. Nang pe ginjang roha ni si Nebukadnezar alai ndang diramuni ibana ulaula Bagas Joro i, ndang hea i dipangke ibana songon na binahen ni si Belsasar. Pangaramunion di ulaula na badia i patuduhon hajahaton ni si Belsasar maradophon Debata. Dipados ibana Debata na sun badia i tu debata sileban na tinopa ni tangan ni jolma marhite na mamangke ulaula na badia sian Bagas Joro i. Na boi masa do dingolunta on songon pambahenan ni si Belsasar on, taramuni pamatangta songon joro ni Debata. Didok Apostel Paulus di 1 Kor 3 : 16 “Ndang diboto hamu: Joro ni Debata hamu, jala Tondi ni Debata maringanan di bagasan hamu?” Alani i Joro ni Debata do hita jala Tondi ni Debata maringan di hita. Hape jotjot taramuni pamatangnta ala taloas pamatangnta i gabe asar ni hagiot ni si bolis. Pingkiranta ndang mamingkiri lomo ni roha ni Debata alai mamingkiri lomo ni rohanta do ima na ginomgoman ni hagiot ni sibolis, hataridaan ni i marhite parangenta nang pambahenanta na so denggan maradophon Debata nang dongan jolma. Hataridaan na songoni marharoroan sian roha na so mabiar mida Debata gabe ndang dipasangap be Debata. Didok Apostel Paulus tu huria Efesus (4:22-24) : “Tanggali hamu ma jolma na buruk i, isara di pangalaho najolo, ai laho mago do i hinorhon ni angka hisaphisap sipaotooto. Alai paimbaru hamu ma dirimuna di bagasan tondi ni rohamuna! Jala solukkon hamu ma jolma na imbaru, na tinompa suman tu Debata, di bagasan hatigoran dohot hapolinon na marhasintongan!” Jolma na buruk (manusia lama), ima parange ni manisia na jotjot mangulahon dosa. Lapatanna angka ulaon na hinorhon ni hisap-hisap ni portibion, isarana percabulan, kenajisan, hawa nafsu, keserakahan manang penyembahan berhala (hasipelebeguon), fitnah, hata-hata na kotor manang na so gabeak (bd. Kol 3:5,8; Gal 5:19-20). Sude pangalaho on ima pangalaho/parange ni sipelebegu na so mananda Debata. Jadi ingkon tadinghononhon do sude pangalaho ni jolma na buruk i, jala diradoti ma ulaon ni jolma na imbaru di parngoluon siganup ari. Parange manang jolma naimbaru ima mangalehon diri, asa dipaimbaru dibagasan tondi dohot pingkiran. Ndada jolma i napaimbaru dirina alai Debata do na mangalehon roha naimbaru tu jolma marhite Tondi Porbadia. Tondi Parbadia i ma na manogunogu jolma na porsea asa marparange na denggan dibagasan panghirimon.
Napatoluhon : Pasangap ma Debata marhite padao diri/roha sian hasipelebeguon.
Songon sahalak raja si Belsasar, ingkon botoonna do nasinuru Debata ibana laho mangalinggomi jala mambahen sonang rakyatna, alai parmabuhon do dipaulaula ibana mangihuthon hagiot ni dagingna. Ala so mabiar ibana tu Debata, ndang dipasangap ibana be Debata jala ndang diantusi lomo ni roha ni Debata, ai debata sileban na sian sere, perak dohot tombaga do na dipapujipuji ibana. Ditingki diramuni si Belsasar ulaula ni Bagas Joro i, mullop ma jarijari tangan ni jolma manurati dorpi ni bagasna jala dipaidaida ibana tangan na manurati i. Marlangan bohina, marlobok tarontokna jala mabiar ibana marnida Gogo soarana manuru pangurupina manjou parsibalik mata dohot angka partondung (ayat 4 – 7). Alai ndang adong boi angka na malo/nabisuk ni raja Belsasar i, angka parsibalik mata, angka partondung ni raja i manjaha dohot mangalapati natarsurat di dorpi ni bagas ni raja Belsasar i. Na boi do masa hasipelebeguon di nuaeng on. Hasipelebeguon ndada holan na marsomba tu angka “keramat-keramat”, isarani patung-patung nang angka inganan na dianggap mamboan/mangalehon “berkah”. Marragam do rumang ni hasipelebeguon isarani : okultisme, spiritisme, sinkretisme, horoskop, dohot angka lan na asing dope. Didok Tuhan Debata, “Ahu do Jahowa Debatam, na paruarhon ho sian tano Misir, sian bagas parhatobananmu. Ndang jadi marangkup Ahu adong Debatam. Ndang jadi bahenonmu di ho ganaganaan, manang sumansuman dia na di banua ginjang nang di tano on, ro di na di bagasan aek na di toru ni tano. Ndang jadi ho marsomba tu nasida, manang oloanmu nasida, ai Ahu do Jahowa Debatam, Debata parrimas, na mangaluluhon hajahaton ni amaama tu angka anakna ro di sundut patoluhon dohot paopathon, angka na sogo roha di Ahu. Alai asi do rohangku di angka na marriburibu, angka na mangkaholongi Ahu, angka na mangaradoti angka patikku (2 Musa 20:2-6; 5 Musa 5:6-10). Alani i ingkon padaohon/pinaholang diri/roha sian ulaon hasipelebeguon na marragam i.
Sude angka na bisuk ni halak Kasdim ndang boi manjaha dohot mangalapati na tarsurat di dorpi ni bagas rja Belsasar i. Diingot ina si Belsasar ma na boi si Daniel mangalapati nipi ni raja Nebukadnesar, ibana ma dijou mangalapati surat i (ayat 10-30). Dipatorang si Daniel, “Mene, mene, Tekel, Uparsin”, lapatanna, nunga dibilangi Debata harajaomu, paujungonna ma i. Ala haboion ni si Daniel mangalapati hata i, dipabangkit ma ibana gabe parhuaso na patoluhon di harajaon i jala di borngin i mate hona bunu ma raja Belsasar. Ima upa ni raja i na so mabiar jala pasangap Debata jala ima upa ni si Daniel ala marhabiaran, marhasetiaan jala pasangaphon Debata ibana di ngoluna. Laos alani i do diboto si Daniel mangantusi surat i, diboto ibana lomo ni roha ni Debata. Hataridaan ni ngolu na mabiar jala na pasangap Debata diboto do sangkap dohot lomo ni roha ni Debata. Amen.
Parange nirajaan ni/dibagasan Tondi
(Galatia 5 : 15 - 21 )
1. Mangihuthon Surat ni Apostel Paulus tu huria Galatia dibindu na parjolo tangkas do diondolhon ibana taringot tu hapolinon ni poda najinamitahonna, na hot do i jala so mubamuba. Ndada laho manggohi lomolomo ni roha ni jolma manang holan palengenlengen pinggol (sipareon) ni jolma barita nauli najinamitahonna alai tung lomo ni roha ni Debata do (1:9-12). Dihilala apostel i do hinaringkot ni panindangion i lumobima i taringot tu hasintongan ni haapostelanna ala sai adong do halak na so marhatutuhon haapostelonna. Diparhatopot ibana do hadirionna andorang so tarjou ibana gabe apostel (andorang silele huria i ibana, pat. Bindu 1 :13-14). Jala molo gabe apostel pe Paulus ndada sian hadirionna i jala ndada mangolu di dirina sambing, alai Kristus do na mangolu dibagasan ibana (2:20). Ganup na mangolu dibagasan Kristus naung pinalua ma i jala naung tinogutogu ni Tondi Porbadia (2 Kor 5:17; Rom 8:14). Naeng tangkas pangantusion ni ruas ni huria Galatia paboa nasida naung mian dibagasan Kristus i, ndang be marguru tu hisap-hisap ni tano on alai ingkon marparange dibagasan Tondi ma. Nuaeng songon dia ma leakna halak na marparange dibagasan Tondi ? Ima na naeng idaonta jala pamanatonta di turpuk on. Diterjemahan Batak Toba, bulus do digoari Galatia 5:1-12 perikop penegasan na pahantushon “angka naung pinalua do hita”. Diuduti perikop sosososo diayat 13-26 na mandok “marguru tu Tondi ma hita marparange” Diterjemahan bahasa Indonesia hibul do ayat 1 – 15 marjudul “Kemerdekaan Kristen”, ayat 16-26 “Hidup menurut daging atau Roh” Dison dipungka marhite pangajaran taringot tu haluaon songon pengajaran na singkop dungi ditawarhon dua pilihan “Mangolu mangihuthon daging manang mangihuthon Tondi”
2. Holan marhite haporseaon dibagasan Kristus do jumpang haluaon dohot hangoluan, ndada sian na mangaradoti patik (bd. Joh 8:36; Rom 6:18,22), ai siparorot do patik i dohot na mamboan jolma tu panandaion ni dosa. Tandap ma dosa i jala patar marhite patik i (Rom 7:7,13). Ndang adong na tigor nanggo sada anggo sian patik i alai gabe patar do hatigoran ni Debata ala asi ni rohaNa sian haporseaon di Kristus (Rom 3 :22). Niulahon pe patik i ndada asa dapot haluaon manang pamintorion sian Debata alai ala naung malua do binahen panghophopon ni Kristus. Jadi alani haporseaon i do dapotan haluaon jolma i (Gal 3:22,24). Asa alani haporseaon do umbahen na dipintor Debata. Jala ala asi ni roha Debata do umbahen na tubu haporseaon ni jolma tu Debata, ndada alani gogo, hatauon manang pangantusion ni jolma. Haporseaon i do napaluahon jolma sian ragam ni parhatobanon dohot angka parbolatolatan. Haporseaon i do dalan tu haluaon dohot panompaon naimbaru (bd 2 Kor 5:7). Haluaon (kemerdekaan Kristen) marhite haporseaon i naung pinasahat ni Debata i ndada laho pasauthon lomolomo ni rohana manang mangihuthon hagigiot ni daging. Disosoi apostel Paulus do diayat 1 asa hot di haluaon sian parhatobanon ni si bolis. Haluaon ni halak Kristen ndada haluaon sian na tarihot tu na marlomolomo. Haluaon na tarihot do haluaon ni halak Kristen. Tarihot tu pangarajaion ni Tondi Porbadia, haluaon na tarihot tu lomo ni roha ni Debata. Dihaluaon na nilehon Jesus Kristus dilehon do ruhut siihuthononhon ni angka na porsea i, ima ruhut holong. Haluaon na pinasahat ni Jesus ingkon pataridahonon do i marhite pembangunan partondion dohot pardagingon na marojahan tu holong. Dipatorang apostel i do di bindu on haluaon na tarihot i ala masa di huria Galatia pangalaho na mamangke haluaon i tu ngolu na paolooloi hisap ni daging. Ala didok Paulus, ndang alani patik malua jolma sian dosana, gabe tubu ma pangantusion na mandok ndang sala molo niulahon na maralo tu patik i. Gabe tubu ma pangantusion di nasida ia haluaon i ima haluaon kebebasan bertindak semaunya gabe so pola mamingkirhon panghilalaan ni dongan. Ndang dipangke nasida haluaon i laho patuduhon holong tu dongan alai marsiharatan nasida (ayat 15) ala masipatimbo dirina be. Ndang diantusi nasida ia haluaon i ima haluaon na pahehe hasadaon dohot dongan marhite na masihaholongan. Ndang diantusi nasida singkop haluaon i molo dohot na asing malua sian parhatobanon ni sibolisi. Alani do dido diayat 13 “masialoan”. Molo dapot na masialoan patar ma na pinangido ni patik i, ima masihaholongan. Ai holong do pamusatan ni patik. Haluaon ni halak Kristen ima haluaon na tarihot tu Jesus. Ndang tarsirang haluaon i sian Jesus nang sian dongan. Haluaon i ndang jadi bahenon tu kebebasan paolooloi hisap ni daging na boi manegai parsaoran. Ido umbahen didok apostel Paulus diayat 16 “Marguru (hiduplah = perpateite= berjalanlah) tu Tondi ima hamu marparange, unang pasaut hamu hisaphisap ni daging”.
3. Dingolu ni halak naung pinaluai, ingkon marsiranggut ibana manaluhon roha sibuk/daging (ayat 17) jala tunduk tu pangarajaion ni Tondi, ndang mangolu marguru tu hagiot ni dagingna. Hagiot ni daging na nidok apostel Paulus di ayat 19-21, ima pangalaho na manegai parsaoran ni jolma maradophon Debata. Adong 16 mansam rumang ni roha daging di turpuk on. Jala na boi do i martamba hombar tu situasi dohot partingkian ni jolma. Molo dipangke jolma i ngoluna paolooloi hagiot ni daging gabe monang ma parulaan pardagingon i ala ditolak parulaan ni Tondi di ngoluna. Molo lam mangimbukbuk hagiot ni daging i gabe lam holang ma jolma i sian Jesus Kristus i. Molo so olo jolma i dirajai Tondi ni Debata lam so harajaanna ma hagiot ni dagingna, jala diulahon ibana ma na maralo tu lomo ni roha ni Debata. Dingolu halak naung pinalua i manang nanirajaan ni Tondi i, ringkot do siparorot manang aturan asa marhite i di ingot jolma i pasidinghon hagiot na maralo tu Tondi. Halak na margogo mangarajai roha dohot mangalo ela ni portibion i ma halak na mamparbuehon parange na denggan. Diayat 22 digoari Paulus do angka suhar-suhar ni parulaan ni daging. Diayat 22 dipangke si Paulus hata “parbue”, na patuduhon ndang na jinadihon alai akibat na tubu sian “proses” ni parngoluon. Parbue i do hataridaan ni ngolu na mian dibagasan Tondi. Hahoton ni haporseaon ni sada halak tu Tuhan Jesus i do napatauhon ibana mamparbuehon parbue ni Tondi. Tudos tu parbue na mambahen las roha ni jolma na marnidasa songoni do parbue ni Tondi na tarida di ngolu ni sasahalak. Parbue ni Tondi i do na patuduhon naung tahangoluhon haluaon i.
4. Haluaon ni angka na porsea i (Kemerdekaan Orang Percaya), ndada haluaon na marlomolomo paoloi hagiot ni daging dohot portibion alai haluaon na nirajaan ni Tondi ni Debata asa pataridahononna parbue na tama tu Debata nang tu donganna jolma. Mangolu jala marparange na nirajaan/dibagasan ni Tondi marlapatan hangoluan dohot pangulaon i marharoroan sian Tondi ni Debata. Mangolu jala marparange nanirajaan/dibagasan Tondi marlapatan Tondi ni Debata do na mangarajai nang mangula di pingkiran, hata nang pangulaon ni angka naung pinalua ni Debata i. Jadi parbue ni Tondi i diparngoluon ni angka na porsea i mangatur parsaoran ni jolma i dohot Debata nang donganna jolma dohot lingkunganna. Digohi jala dirajai Tondi ni Debata ma hita jala patar ma parbue ni Tondi i diparngoluonta. A m e n.